Popular Posts

Monday, 10 August 2015

Siapa sih yang mencetuskan kata PROKLAMSI?

Selama ini, pernahkah kita berfikir mengapa pernyataan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 disebut PROKLAMASI? mengapa tidak menggunakan kata DEKLARASI? atau PENGUMUMAN?

ternyata dibalik kata PROKLAMASI ada seseorang yang memiliki andil untuk mencetuskan kata itu, yakni Iwa Kusumasumantri, padahal sebelumnya oleh Ir. Soekarno di beri nama MAKLUMAT. 

Proklamasi senediri memiliki pengertian menurut KamusBesar Bahasa Indonesia Proklamasi berarti pemberitahuan resmi kpd seluruh rakyat; permakluman; pengumuman. yang menjadi pembeda antara Proklamasi dan Deklarasi adalah bahwa Proklamasi yang dimaksud untuk turut serta juga mengajak seluruh rakyat Indonesia sedangkan Deklarasi hanya sebuah pernyataan atau pengumuman dari sebuah keputusan.

Friday, 7 August 2015

Kenapa harus MERAH-PUTIH ?

Seperti yang kita semua ketahui, bendera negara Indonesia berwarna Merah Putih, namun hal yang jarang kita ketahui adalah filosofi dibalik warna bendera yang di jahit oleh Ibu Fatmawati tersebut. Mengapa harus Merah dan Putih?


ternyata, Merah dan Putih dipilih bukan dengan asal-asalan melainkan dari sejarah masa lalu, tapak tilas masa lalu Nusantara sebelum kita dijajah sebelum kita merasa menderita. Merah putih bukan ciptaan Jepang, Sekutu, ataupun Bung Karno. Merah Putih telah berkibar jauh...jauh sebelum perang ini terjadi.

seperti yang kita ketahui, nusantara dahulu merupakan kerajaan kerajaan yang besar dan sejahtera. sejak saat itu pulalah, Merah Putih telah berkibar, telah di agungkan oleh kerajaan kerajaan itu.

 Warna Merah Putih diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji2 Merah Putih.

Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna Merah Putih sebagai warna benderanya, bergambar pedang kembar warna Putih dengan dasar Merah Menyala dan Putih. 

Warna Merah & Putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan Piso Gaja Dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.

Ketika terjadi Perang Aceh, pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul2 dengan warna Merah & Putih, berlatar pedang, bulan sabit, matahari dan bintang serta ayat suci Al Qur’an.

Di zaman kerajaan Bugis Bone, bendera Merah Putih adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone. Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.

Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji2i berwarna Merah Putih dalam perjuangannya melawan Belanda.

Bendera yg dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda.
Sang Saka Merah Putih yg dikibarkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri Bung Karno, pada tahun 1944, berukuran 276 x 200 cm.

Apakah Kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari jepang?



Proklamasi kemerdekaan oleh Ir.Soekarno pada 17Agustus 1945 merupakan peristiwa sejarah terpentinng bagi rakyat Indonesia. Namun, dibalik kemerdekaan itu, apakah Kemerdekaan Indonesia merupakan Hadiah dari Jepang?



Jawabannya, Buikan. kemerdekaan Indonesia merupakan sebuah hal sakral bagi suatu bangsa yang sudah berabad-abad terjajah dan tentu saja ini bukan sebuah HADIAH melainkan hasil JERIH PAYAH bangsa Indoseia,, berikut ulasannya

Masa pendudukan Jepang dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada 17 agustus 1945.Pada tahun 1944 kedudukan Jepang semakin terdesak oleh sekutu, sehingga pada tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Jepang Jenderal Koiso memberi janji kemerdekaan kepada Indonesia
Pada tanggal 6 Agustus 1945, Kota Hirosima dijatuhi bom atom oleh Sekutu, tiga hari kemudian tepatnya tanggal 9 Agustus 1945 Kota Nagasaki juga dijatuhi bom atom. Marsekal Terauci selaku panglima tentara Jepang  di Asia Tenggara memanggil Ir. Soekarno,  Drs. Mohamad Hatta, dan Dr. Radjiman Wediodiningrat(pimpinan BPUPKI) agar datang ke Markas besarnya di Dalath( Vietnam). Rombongan Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta dan Dr. Radjiman Widiodiningrat  berangkat dari indonesia menuju Vietnam, sedangkan pertemuan dengan Marsekal Terauci berlangsung pada tanggal 12 Agustus 1945.

( Bukti 1)
Dalam pertemuan itu Marsekal Terauci memutuskan bahwa Jepang akan memberikan Kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dan kemerdekaan itu akan diumumkan jika persiapan sudah selesai. Setelah mendengarkan penjelasan  tersebut, rombongan Ir. Soekarno kembali ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1945.

(Bukti 2)
Sore hari pada tanggal 15 Agustus 1945, Subandio Sastrosatomo dan Subianto menemui Drs. Moh. Hatta supaya mencegah PPKI mengumumkan kemerdekaan dengan alasan jika PPKI mengumumkan kemerdekaan berarti kemerdekaan tersebut adalah hadiah dari Jepang bukan dari Pejuangan Bangsa Indonesia.

 (Bukti 3)
Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Moh.Hatta dibawa pemuda ke Renglasdengklok pada pukul 04.00 yang bertujuan untuk menjauhkan kedua tokoh tersebut dari tekanan dan pengaruh Jepang. Latar belakang penculikan tersebut karena perbedaan  pendapat antara kehendak golongan nasionalis pemuda dan golongan nasionalis tua. Malam harinya Soekarno dan Moh.Hatta tiba kembali di Jakarta pada pukul 23.00 WIB

Sekembalinya Ir. Soekarno dan Muh. Hatta ke Jakarta,  golongan muda dan golongan tua menyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang  berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari.
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

(Bukti 4)
Proklamasi Kemerdekaan telah dikumandangkan oleh Bung Karno didampingi oleh Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebagai negara yang baru memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia mendapat simpati dari bangsa-bangsa di dunia. Hal ini tampak dari adanya pengakuan negara lain terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945.

Organisasi Semi Militer Yang Dibentuk Oleh JEPANG

Organisasi semi militer yang dibentuk oleh Jepang di Indonesia sebenernya merupakan upaya dari Jepang untuk memperoleh dukungan pasukan demi menghadapi perang dengan tentara sekutu. awalnya hal ini disambut baik oleh rakyat Indonesia karena termakan dengan slogan Nippon 3A, karena menurut Jepang ini demi perjuangan Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan.                                                                                                                                                                               adapun nama dan jenis organisasi semi militernya adalah sebagai berikut     :                                                Seinendan ( Barisan Pemuda ) organisasi ini dibentuk pada 29 april 1943, 
  
       organisasi ini langsung dipimpin dibawah pasukan gunseikan. seinendan dibentuk dengan tujuan melatih para pemuda Indonesia untuk cakap dalam kemiliteran dengan dalih untuk memperoleh kemerdekaan, padahal nyatanya maksut terselubung dari didirikannya organisasi ini adalah  agar jepang memiliki tenaga cadangan untuk mengahadapi sekutu di medan perang asia dan pasifik. pada awlanya anggota seinendan terdiri dari pemuda usia 15-25 tahun namun karena jepang terus membutuhkan pasukan perang karena semakin terdesak di dalam perang pasifik maka diganti menjadi usia 14-22 tahun. pada awal -pembentukan anggota seinendan hanya berjumlah 3500 dari dalam Jawa, namun bertambah menjadi 500.000 pemuda pada akhir pendudukan Jepang.

     Keibodan ( barisan pembantu polisi )
organisasi ini dibentuk bersamaan dengan dibentuknya seinendan 

dalam pembentukan organisasi ini pemerintahan tampak tidak terlalu terpengaruh oleh golongan nasionalis. badan ini langsung ditempatkan dibawah pengawasan kepolisian. badan ini tidak hanya dibentuk di Jawa melainkan daerah sumatera dan lainnya. di sumatera keibodan dikenal dengan istilah bagodan.  di kalimantan dikenal dengan nama  borneo konan hokukodan. 

         Fujinkai (barisan wanita)
        pada April 1943 juga dibentuk organisasi semi militer untuk wanita usia min 15 tahun, organisasi ini juga mengajarkan untuk wanita agar mengerti perang dan kemiliteran. tugas fujinka adalah membantu perang secara tidak langsung dengan menyerahkan pajak perhiasan, hewan ternak danlainnya.


    Syuisintai ( barisan pelopor )
organisasi ini dibentuk pada 1 november 1944 sebagai hasil keputusan chuo sangi in atau dewan pertimbangan pusat. pemimpinnya Ir.,Soekarno dengan wakil R.P Soeroso, Otto Iskandardinata dan Dr. Buntaran Mortoatmodjo kelompok nasionalis  ini pula yang memanfaatkan kesempatan untk menanamkan semangata nasionalisme kepada pemuda bangsa indonesia.
      

Hizbulloh  atau Keiko Sheinen Teshintai

ialah pasukan pemuda islam yang menamakan dirinya tentara llah, ini dibentuk pada 15 Desember 1944. organisasi selain untuk membantu jepang menghadapi perang terhadap sekutu juga mendakwahkan kepada para pengikut nya untuk beribadah dalam ajaran Islam.



Gakukotai ( barisan Pelajar )

ini adalah barisan pemuda indonesia yang dibentuk pada 15 desember 1944usia 15 tahun keatas.

Jibakutai (barisan berani mati)
 pasukan unit kamikaze yang dibentuk oleh jepang untuk angkatan udara maupun laut yang ditugaskan oleh jepang untuk membantu perang terhadap sekutu.

itulah semua organisasi semi militer yang dibentuk oleh jepang, meskipun dengan tujuan untuk membantu jepang melawan sekutu namaun organisasi organsasi ini juga memiliki peranan penting kepada rakyat indonesia sehingga memiliki kemampuan militer untuk mempersiapkan kemerdekaannya kelak. 


semoga bermanfaat credit to google








Thursday, 14 May 2015

Liberalism, Comunis, And other

Tokoh - tokoh yang mengembangkan liberalism antara lain:

John Locke "negara terbentuk dari perjanjiann sosial antara individu dengan yang hidup bebas dengan penguasa”

Montesquieu on his spirit the law, terdapat pemisahan kekuasaan dalam pemerintahan yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Tujuannya agar terdapat pengawasan antar lembaga agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.

Adam Smith, ekonom dari Inggris, dalam bukunya Wealth of Nation (1776). Pendapatnya adalah bahwa kesejahteraan umum dapat dicapai apabila diberikan kebebasan kepada setiap individu untuk berusaha tanpa campur tangan dari pihak pemerintah.

K         Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut faham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen
Karl Marx
y          yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifes       politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada
perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Joseph Stalin
Paham ini kemudian dikembangkan oleh Lenin, pemimpin Uni Soviet. Dengan demikian, terkadang komunisme disebut juga ajaran Marxisme atau Leninisme. Marxisme adalah ajaran yang sangat menjiwai gerakan-gerakan sosialis-komunis dengan filsafat yang materialistis (historis materialisme) dan dialektis materialisme serta perjuangan kelas.

Death solves all problems - no man, no problem  -Joseph Stalin, tampil sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet. Ketika Lenin meninggal dunia tanggal 21 Januari 1924, Stalin tampil sebagai pemimpin Uni Soviet yang baru. Ia memperlakukan saingannya secara kejam dan tidak manusiawi, terutama pada masapembersihan besar-besaran di Uni Soviet yang memakan banyak korban jiwa.

5.       PAN ISLAMISME
Penyeru awal gerakan pan-Islamisme adalah Sultan Abdul Hamid II yang menguasai Kesultanan Usmani pada 1876 hingga 1909. Ia berusaha mempersatukan Islam di bawah panji Usmani, namun setelah Usmani runtuh, pan-Islamisme pun redup.
Pan Islamisme didengungkan kembali setelah kaum muslim terpecah-belah pada akhir abad ke-19 dan ketika itu sebagian besar negeri muslim berada dalam cengkeraman kolonialisme-imperialisme. Menurut salah seorang penganjurnya, Jamaluddin al-Afgani (1838-1897), keadaan kaum muslim yang tercerai-berai itu merupakan salah satu kelemahan kaum muslim.Berkat peran Jamaluddin al-Afgani dalam kehidupan politik dan keagamaan di banyak wilayah Islam (Turki, Mesir, India, Iran, dan Asia Tengah), pan-Islamisme benar-benar menemukan personifikasi (model atau perumpamaan) dan juru bicara yang kuat. Afgani menyadari bahwa umat muslim secara keseluruhan tengah terancam oleh kolonialisme. Maka dari itu persatuan yang kuat harus digalakkan di kalangan umat. Gagasan pan-Islamisme juga muncul di Mesir melalui organisasi Ikhwanul Muslimin yang dibentuk oleh Hasan al Banna (1906-1949). Gagasan ini lewat Ikhwanul Muslim meluas hingga ke Suriah, Yordania, Palestina, dan negara-negara Timur-Tengah lainnya. Di Mesir sendiri, gagasan ini ditentang keras ketika Presiden Gamal Abdel Nasser mengembangkan pan-Arabisme dan kemudian sosialisme Arab.

Sunday, 10 May 2015

SOCIALISM IN HISTORY

Secara luas, sosialisme merupakan paham yang menentang kemutlakan hak milik pribadi. Hak milik pribadi—terutama yang terkait dengan hal-ikwal produksi—diubah jadi hak komunal (masyarakat).


Dalam memperbincangkan sosialisme—terutama pada era pasca-Karl Marx—kita sulit menghindari obrolan tentang ajaran Karl Marx yang lazim disebut marxisme. Selain keterkaitannya demikian erat, marxisme menjadi mata air utama bagi sosialisme itu sendiri. Tokoh-tokoh sosialisme seperti Lenin, Stalin, dan Mao Tse Tung pun menjadikan marxisme sebagai acuan gerakan mereka.

Seperti uraian sebelumnya yang menyebutkan bahwa sosialisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme, maka sesungguhnya gagasan sosialisme ini telah ada sebelum era Karl Marx. Satu dari sekian tokoh sosialisme pra-Marx adalah seorang pelaku sejarah Revolusi Prancis yang bernama Noel Babeuf (1760-1767). Anggota Jacobin (fraksi radikal dalam Revolusi Prancis) ini menyerukan, agar kaum miskin bersatu memerangi kaum kaya. Babeuf mengemas sosialisme-nya dalam gagasan pendirian “Republik Rakyat Setara”, yakni republik yang meniadakan kelas-kelas di dalam masyarakat. Pada 1797, Babeuf menjalani hukum penggal kepala karena dituduh telah merencanakan gerakan radikal sosialis.

Hal yang menarik dari sosialisme ini adalah yang digagas oleh Robert Owen (1771-1858). Menjadi menarik karena sosialisme ini digagas oleh Owen yang notabene adalah pemodal. Pengusaha asal Lanark, Inggris, yang mempekerjakan sekitar 2.500 buruh ini jadi populer setelah menulis bukunya yang berjudul A New View of Society, an Essay on the Formation of Human (Pandangan Baru terhadap Masyarakat, sebuah Esai tentang Format Karakter Manusia). Owen berpendapat, karakter manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Pendapat ini tak hanya tertuang sebagai wacana dalam bukunya, tetapi juga dia praktekkan dalam kenyataan. Selaras dengan pendapatnya, Owen menutup kedai-kedai minuman yang berada di sekitar pabriknya, lantas menggantinya dengan membangun perumahan serta tempat rekreasi bagi pekerja-pekerjanya.

setelah Robert Owen, Tokoh sosialisme pra-Marx yang tak kalah menariknya adalah Saint Simon (1760-1825). Agak mirip dengan Owen, sisi menarik Simon terletak pada latarbelakang dirinya. Jika Owen berasal dari kalangan pemodal, maka Simon berasal dari kalangan bangsawan Prancis. Bangsawan yang pernah jadi anggota Pasukan Sukarela Prancis untuk perang kemerdekaan Amerika itu berpendapat, Golongan III (pekerja) berkewajiban melanjutkan pengembangan masyarakat, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan industri, maka karena itu Golongan III merupakan golongan yang penting dalam masyarakat.

Gagasan sosialisme pra-Marx lainnya dituangkan seorang filsuf yang bernama Pierre Joseph Proudon (1809-1865). Dalam karya filosofisnya yang berjudul “Philosophi de la Misere” (Filsafat Kesengsaraan), Proudon menjelaskan, kesengsaraan tidak hanya disebabkan oleh alat-alat produksi, namun juga oleh uang dan sistem rente (hutang yang berbunga).Proudon tak hanya berkutat di dunia pemikiran saja. Sejak menulis “Philosophi de la Misere”, filsuf yang juga mendapatkan julukan Bapak Anarkisme Modern itu juga gigih mewujudkan konsepsi sosialisme-liberalnya secara praksis.

Tokoh sosialisme lainnya adalah Charles Fourier (1772-1837). Pemikir asal Prancis itu dalam bukunya yang berjudul “Theorie des Quatre Mouvements et Destines Generales” mengemukakan, penghuni suatu pemukiman yang berkisar antara 1600-1800 orang merupakan suatu kesatuan. 

Karl Heinrich Marx (1818-1883) lahir di kota Trier, Jerman. Tokoh penting sosialisme yang juga bapak komunisme internasional ini, tak hanya seorang teoritikus tetapi juga organisator gerakan sosialisme Jerman. Karena pandangan dan aktivitasnya, peraih gelar doktor filsafat Universitas Jena, Jerman, dan redaktur Rheinische Zeitung itu diusir dari Jerman. Marx pun pindah ke Paris. Di ibukota Prancis inilah Marx bertemu dengan Friederich Engels (1820-1899) yang ternyata memiliki pandangan politik yang sama. Di paris ini pula Marx mengalami pengusiran lagi. Marx pindah ke Brussel. Di kota inilah, pada 1847 dia pertama kali menerbitkan karya pentingnya yang berjudul “The Proverty of Philosophy” (Kemiskinan Filsafat). Tahun berikutnya, bersama Engels, dia menerbitkan “Communist Manifesto”, sebuah buku yang akhirnya menjadi bacaan dunia. Pada tahun itu juga Marx kembali ke Jeman, untuk kemudian selang beberapa bulan berikutnya diusir lagi. Marx beruntung memiliki sahabat seperti Engels. Bukan cuma membantu penelitian dan penerbitan buku-buku yang ditulisnya, Engels juga membantu biaya hidup Marx dan keluarganya. Bersama Engels ini pula, Marx menghasilkan karya terpentingnya, Das Kapital.


Marx sangat dipengaruhi pikiran-pikiran George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831), seorang filsuf kelahiran Jerman yang berpendapat bahwa sejarah adalah perenungan yang panjang. Siapapun yang mempelajari sejarah dengan mendalam, menurut Hegel, pasti akan menjumpai “aturan-aturan tertentu” yang berlaku dalam sejarah. Yang dimaksud dengan “aturan-aturan tertentu” tersebut adalah pergulatan pemikiran dari satu era dengan era lainnya.
Karena dalam telaah sejarahnya, Marx menyatakan bahwa pertentangan antar-kelas hanya dapat diselesaikan dengan jalan kekerasan atau gerakan radikal, maka Marx dan Engels pun menyerukan agar kaum proletar bersatu, untuk kemudian merebut kekuasaan yang didominasi oleh kapitalis.Seruan Marx dan Engels yang berbunyi, “Kaum Buruh Sedunia Bersatulah” pada masa itu menjadi semboyan yang terkenal tidak hanya bagi kaum buruh tetapi juga bagi para penganut sosialisme. 

Demi terwujudnya revolusi yang dicita-citakan, serta demi memperkuat pentingnya melawan kapitalisme, Marx pun menuding kapitalisme-lah sebagai penyebab terjadinya keterasingan pekerja atas dirinya. Keyakinan Marx dan Engels atas dekatnya saat-saat kehancuran kapitalisme, serta datangnya waktu yang tepat untuk melakukan revolusi tersebut bisa kita endus dari ungkapan mereka dalam kata pembuka buku Communist Manifesto (1848). “Hantu tengah membayangi Eropa; hantu komunisme”, begitulah bunyi ungkapan Marx dan Engels.

Pada akhirnya, ketika masyarakat dengan tatanan baru tersebut tercipta, dan tatanan baru tersebut telah bisa dijalankan dengan baik oleh masyarakat itu, maka perlahan-lahan keberadaan negara ditiadakan. Negara yang telah lenyap itu berganti dengan lahirnya “masyarakat komunis”, atau yang populer di kalangan sosialis sebagai “masyarakat tanpa kelas”.  

Pada saat kini, sekitar seabad sesudah kematian Marx, jumlah manusia yang sedikitnya terpengaruh oleh Marxisme sudah mendekati angka 1,3 milyar banyaknya. Jumlah penganut ini lebih besar dari jumlah penganut ideologi mana pun sepanjang sejarah manusia. Bukan sekedar jumlahnya yang mutlak, melainkan juga sebagai kelompok dari keseluruhan penduduk dunia. Ini mengakibatkan kaum Komunis, dan juga sebagian yang bukan Komunis, percaya bahwa di masa depan tidak bisa tidak Marxisme akan merebut kemenangan di seluruh dunia. Namun, adalah sukar untuk memantapkan kebenarannya dengan keyakinan yang tak bergoyah.















NATIONALISM IN HISTORY

Nationalism involves national identity, by contrast with the related construct of patriotism, which involves the social conditioning and personal behaviors that support a state's decisions and actions.

Nationalism (inggris) atau di Indonesia disebut dengan Nasionalisme merupakan satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik” (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu “identitas budaya” debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah sumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

The term nationalism was first used by Johann Gottfried Herder the prophet of this new creed. Herder gave Germans new pride in their origins, and proclaimed a national message within the sphere of language, which he believed determines national thought and culture.He attached exceptional importance to the concept of nationality and of patriotism – "he that has lost his patriotic spirit has lost himself and the whole worlds about himself", whilst teaching that "in a certain sense every human perfection is national".

Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan Negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan dan ideology. 


As we knew, beberapa konsep dari nasionalisme antara lain :

Nasionalisme Etnis adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johan Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk “rakyat”) menepati idealisme romantik kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. Misalnya “Grimm Bersaudara” yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman.

Kaca mata etnonasionalisme ini berangkat dari asumsi bahwa fenomena nasionalisme telah eksis sejak manusia mengenal konsep kekerabatan biologis. Dalam sudut pandang ini, nasionalisme dilihat sebagai konsep yang alamiah berakar pada setiap kelompok masyarakat masa lampau yang disebut sebagai ethnie (Anthony Smith, 1986), suatu kelompok sosial yang diikat oleh atribut kultural meliputi memori kolektif, nilai, mitos, dan simbolisme.

Kalaupun nasionalisme bertransformasi menjadi sebuah gerakan politik, hal tersebut bersifat superfisial karena gerakan-gerakan politik nasionalis pada akhirnya dilandasi oleh motivasi budaya, khususnya ketika terjadi krisis identitas kebudayaan. Pada sudut pandang ini, gerakan politik nasionalisme adalah sarana mendapatkan kembali harga diri etnik sebagai modal dasar dalam membangun sebuah negara berdasarkan kesamaan budaya (John Hutchinson, 1987).

Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, “kehendak rakyat”, “perwakilan politik”. Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-jacques rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudul Du Contact Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia “mengenai kontrak sosial”).

Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya “sifat keturunan” seperti warna kulit, ras, dan sebagainya.

Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah ’national state’ adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa adalah Nazisme, serta nasionalime Turki kontemporer, dan dalam bentuk yang lebih kecil, Fransquisme sayap kanan di Spanyol, serta sikap ’ Jacobin ’ terhadap unitaris dan golongan pemusat negeri Prancis, seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia, yang secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraann ( equal rights ) dan lebih otonomi untuk golongan Fleming, dan nasionalis Basque atau Korsika.

Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama.

Tak ada satu pun ruang sosial di muka bumi yang lepas dari pengaruh ideologi ini. Tanpa nasionalisme, lajur sejarah manusia akan berbeda sama sekali. Berakhirnya perang dingin dan semakin merebaknya gagasan dan budaya globalisme (internasionalisme) pada dekade 1990-an hingga sekarang.

Sedari yang saya pahami mengenai hal ini, bahwa nasionalisme adalah penemuan bangsa Eropa yang diciptakan untuk mengantisipasi keterasingan yang merajalela dalam masyarakat modern (Elie Kedourie, 1960). 
Nasionalisme memiliki kapasitas memobilisasi massa melalui janji-janji kemajuan yang merupakan teleologi modernitas. Nasionalisme dibentuk oleh kematerian industrialisme yang membawa perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat. Nasionalismelah yang melahirkan bangsa.

sekian, semoga bermanfaat.