Selama ini, pernahkah kita berfikir mengapa pernyataan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 disebut PROKLAMASI? mengapa tidak menggunakan kata DEKLARASI? atau PENGUMUMAN?
ternyata dibalik kata PROKLAMASI ada seseorang yang memiliki andil untuk mencetuskan kata itu, yakni Iwa Kusumasumantri, padahal sebelumnya oleh Ir. Soekarno di beri nama MAKLUMAT.
Proklamasi senediri memiliki pengertian menurut KamusBesar Bahasa Indonesia Proklamasi berarti pemberitahuan resmi kpd seluruh rakyat; permakluman; pengumuman. yang menjadi pembeda antara Proklamasi dan Deklarasi adalah bahwa Proklamasi yang dimaksud untuk turut serta juga mengajak seluruh rakyat Indonesia sedangkan Deklarasi hanya sebuah pernyataan atau pengumuman dari sebuah keputusan.
secondary journal of my life, remembering moments, cause every moment just for one time. capturing world for may own minus eyes. for all the incredible reality. welcome and enjoy the show cause this is just The story Of My life.
Popular Posts
-
folklore yang akan saya bahas kali ini adalah Mitologi. Bismillahirrahmanirrahim Mitologi Indonesia Mitologi Indonesia biasa...
-
Organisasi semi militer yang dibentuk oleh Jepang di Indonesia sebenernya merupakan upaya dari Jepang untuk memperoleh dukungan pasukan dem...
-
My History Task Observing Interest hieroglyphic Mesir Hieroglif Mesir Jenis aksara Logogram ...
-
Data Buku Judul Buku: Pak harto: The Untold Stories No. ISBN: 9789792271317 Penulis: Mahpudi, Bakarudin, Dwitri Waluyo, Anita Dewi ...
-
Hai readers.. well Saya mau nyeritain ke kalian tentang salah satu kerajaan hindu yang paling keren di nusantara, tau kerajaan Tarumanega...
-
I'm Only Blood paints itself on my body I am only a canvas Hidden from the rest of the world My painter is a shy man ...
-
Proklamasi kemerdekaan oleh Ir.Soekarno pada 17Agustus 1945 merupakan peristiwa sejarah terpentinng bagi rakyat Indonesia. Namun, dibal...
-
Pada malam 30 September - 1 Oktober 1965 "Sekelompok personil Tentara Nasional Indonesia yang menyebut diri mereka "Gerakan 3...
Monday, 10 August 2015
Friday, 7 August 2015
Kenapa harus MERAH-PUTIH ?
Seperti yang kita semua ketahui, bendera negara Indonesia berwarna Merah Putih, namun hal yang jarang kita ketahui adalah filosofi dibalik warna bendera yang di jahit oleh Ibu Fatmawati tersebut. Mengapa harus Merah dan Putih?
ternyata, Merah dan Putih dipilih bukan dengan asal-asalan melainkan dari sejarah masa lalu, tapak tilas masa lalu Nusantara sebelum kita dijajah sebelum kita merasa menderita. Merah putih bukan ciptaan Jepang, Sekutu, ataupun Bung Karno. Merah Putih telah berkibar jauh...jauh sebelum perang ini terjadi.
seperti yang kita ketahui, nusantara dahulu merupakan kerajaan kerajaan yang besar dan sejahtera. sejak saat itu pulalah, Merah Putih telah berkibar, telah di agungkan oleh kerajaan kerajaan itu.
Warna Merah Putih diambil dari warna Kerajaan Majapahit.
Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji2 Merah Putih.
Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah
Batak pun memakai warna Merah Putih sebagai warna benderanya, bergambar pedang
kembar warna Putih dengan dasar Merah Menyala dan Putih.
Warna Merah &
Putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar
melambangkan Piso Gaja Dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.
Ketika terjadi Perang Aceh, pejuang Aceh telah menggunakan
bendera perang berupa umbul2 dengan warna Merah & Putih, berlatar pedang,
bulan sabit, matahari dan bintang serta ayat suci Al Qur’an.
Di zaman kerajaan Bugis Bone, bendera Merah Putih adalah
simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone. Bendera Bone itu dikenal dengan
nama Woromporang.
Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro
memakai panji2i berwarna Merah Putih dalam perjuangannya melawan Belanda.
Bendera yg dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali
digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah
kekuasaan Belanda.
Sang Saka Merah Putih yg dikibarkan pada saat Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri Bung Karno, pada
tahun 1944, berukuran 276 x 200 cm.
Apakah Kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari jepang?
Proklamasi kemerdekaan oleh Ir.Soekarno pada 17Agustus 1945 merupakan peristiwa sejarah terpentinng bagi rakyat Indonesia. Namun, dibalik kemerdekaan itu, apakah Kemerdekaan Indonesia merupakan Hadiah dari Jepang?
Jawabannya, Buikan. kemerdekaan Indonesia merupakan sebuah hal sakral bagi suatu bangsa yang sudah berabad-abad terjajah dan tentu saja ini bukan sebuah HADIAH melainkan hasil JERIH PAYAH bangsa Indoseia,, berikut ulasannya
Masa pendudukan Jepang dimulai pada tahun 1942 dan berakhir
pada 17 agustus 1945.Pada tahun 1944 kedudukan Jepang semakin terdesak oleh
sekutu, sehingga pada tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Jepang Jenderal
Koiso memberi janji kemerdekaan kepada Indonesia
Pada tanggal 6 Agustus 1945, Kota Hirosima dijatuhi bom atom
oleh Sekutu, tiga hari kemudian tepatnya tanggal 9 Agustus 1945 Kota Nagasaki
juga dijatuhi bom atom. Marsekal Terauci selaku panglima tentara Jepang di Asia Tenggara memanggil Ir. Soekarno, Drs. Mohamad Hatta, dan Dr. Radjiman
Wediodiningrat(pimpinan BPUPKI) agar datang ke Markas besarnya di Dalath( Vietnam).
Rombongan Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta dan Dr. Radjiman Widiodiningrat berangkat dari indonesia menuju Vietnam,
sedangkan pertemuan dengan Marsekal Terauci berlangsung pada tanggal 12 Agustus
1945.
( Bukti 1)
Dalam pertemuan itu Marsekal Terauci memutuskan bahwa Jepang
akan memberikan Kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dan kemerdekaan itu akan
diumumkan jika persiapan sudah selesai. Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, rombongan Ir. Soekarno kembali ke
Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1945.
(Bukti 2)
Sore hari pada tanggal 15 Agustus 1945, Subandio
Sastrosatomo dan Subianto menemui Drs. Moh. Hatta supaya mencegah PPKI
mengumumkan kemerdekaan dengan alasan jika PPKI mengumumkan kemerdekaan
berarti kemerdekaan tersebut adalah hadiah dari Jepang bukan dari Pejuangan
Bangsa Indonesia.
(Bukti 3)
Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Moh.Hatta dibawa
pemuda ke Renglasdengklok pada pukul 04.00 yang bertujuan untuk menjauhkan
kedua tokoh tersebut dari tekanan dan pengaruh Jepang. Latar belakang penculikan
tersebut karena perbedaan pendapat
antara kehendak golongan nasionalis pemuda dan golongan nasionalis tua. Malam
harinya Soekarno dan Moh.Hatta tiba kembali di Jakarta pada pukul 23.00 WIB
Sekembalinya Ir. Soekarno dan Muh. Hatta ke Jakarta, golongan muda dan golongan tua menyusunan
teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang
berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari.
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan
Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo,
Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan
proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian
bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul
dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi,
pimpinan Barisan Pelopor.
(Bukti 4)
Proklamasi Kemerdekaan telah dikumandangkan oleh Bung Karno
didampingi oleh Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebagai negara yang
baru memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia mendapat simpati dari
bangsa-bangsa di dunia. Hal ini tampak dari adanya pengakuan negara lain
terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945.
Organisasi Semi Militer Yang Dibentuk Oleh JEPANG
Organisasi semi militer yang dibentuk oleh Jepang di Indonesia sebenernya merupakan upaya dari Jepang untuk memperoleh dukungan pasukan demi menghadapi perang dengan tentara sekutu. awalnya hal ini disambut baik oleh rakyat Indonesia karena termakan dengan slogan Nippon 3A, karena menurut Jepang ini demi perjuangan Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan. adapun nama dan jenis organisasi semi militernya adalah sebagai berikut : Seinendan ( Barisan Pemuda ) organisasi ini dibentuk pada 29 april 1943,
organisasi ini langsung dipimpin dibawah pasukan gunseikan. seinendan dibentuk dengan tujuan melatih para pemuda Indonesia untuk cakap dalam kemiliteran dengan dalih untuk memperoleh kemerdekaan, padahal nyatanya maksut terselubung dari didirikannya organisasi ini adalah agar jepang memiliki tenaga cadangan untuk mengahadapi sekutu di medan perang asia dan pasifik. pada awlanya anggota seinendan terdiri dari pemuda usia 15-25 tahun namun karena jepang terus membutuhkan pasukan perang karena semakin terdesak di dalam perang pasifik maka diganti menjadi usia 14-22 tahun. pada awal -pembentukan anggota seinendan hanya berjumlah 3500 dari dalam Jawa, namun bertambah menjadi 500.000 pemuda pada akhir pendudukan Jepang.
Keibodan ( barisan pembantu polisi )
organisasi ini dibentuk bersamaan dengan dibentuknya seinendan
dalam pembentukan organisasi ini pemerintahan tampak tidak terlalu terpengaruh oleh golongan nasionalis. badan ini langsung ditempatkan dibawah pengawasan kepolisian. badan ini tidak hanya dibentuk di Jawa melainkan daerah sumatera dan lainnya. di sumatera keibodan dikenal dengan istilah bagodan. di kalimantan dikenal dengan nama borneo konan hokukodan.
Fujinkai (barisan wanita)
pada April 1943 juga dibentuk organisasi semi militer untuk wanita usia min 15 tahun, organisasi ini juga mengajarkan untuk wanita agar mengerti perang dan kemiliteran. tugas fujinka adalah membantu perang secara tidak langsung dengan menyerahkan pajak perhiasan, hewan ternak danlainnya.
Syuisintai ( barisan pelopor )
organisasi ini dibentuk pada 1 november 1944 sebagai hasil keputusan chuo sangi in atau dewan pertimbangan pusat. pemimpinnya Ir.,Soekarno dengan wakil R.P Soeroso, Otto Iskandardinata dan Dr. Buntaran Mortoatmodjo kelompok nasionalis ini pula yang memanfaatkan kesempatan untk menanamkan semangata nasionalisme kepada pemuda bangsa indonesia.
Hizbulloh atau Keiko Sheinen Teshintai
ialah pasukan pemuda islam yang menamakan dirinya tentara llah, ini dibentuk pada 15 Desember 1944. organisasi selain untuk membantu jepang menghadapi perang terhadap sekutu juga mendakwahkan kepada para pengikut nya untuk beribadah dalam ajaran Islam.
Gakukotai ( barisan Pelajar )
ini adalah barisan pemuda indonesia yang dibentuk pada 15 desember 1944usia 15 tahun keatas.
Jibakutai (barisan berani mati)
pasukan unit kamikaze yang dibentuk oleh jepang untuk angkatan udara maupun laut yang ditugaskan oleh jepang untuk membantu perang terhadap sekutu.
itulah semua organisasi semi militer yang dibentuk oleh jepang, meskipun dengan tujuan untuk membantu jepang melawan sekutu namaun organisasi organsasi ini juga memiliki peranan penting kepada rakyat indonesia sehingga memiliki kemampuan militer untuk mempersiapkan kemerdekaannya kelak.
semoga bermanfaat credit to google
Thursday, 14 May 2015
Liberalism, Comunis, And other
Tokoh - tokoh yang mengembangkan liberalism antara lain:
John Locke "negara terbentuk dari perjanjiann sosial antara individu dengan yang hidup bebas dengan penguasa”
Montesquieu on his spirit the law, terdapat pemisahan kekuasaan dalam pemerintahan yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Tujuannya agar terdapat pengawasan antar lembaga agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.
Adam Smith, ekonom dari Inggris, dalam bukunya Wealth of Nation (1776). Pendapatnya adalah bahwa kesejahteraan umum dapat dicapai apabila diberikan kebebasan kepada setiap individu untuk berusaha tanpa campur tangan dari pihak pemerintah.
John Locke "negara terbentuk dari perjanjiann sosial antara individu dengan yang hidup bebas dengan penguasa”
Montesquieu on his spirit the law, terdapat pemisahan kekuasaan dalam pemerintahan yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Tujuannya agar terdapat pengawasan antar lembaga agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.
Adam Smith, ekonom dari Inggris, dalam bukunya Wealth of Nation (1776). Pendapatnya adalah bahwa kesejahteraan umum dapat dicapai apabila diberikan kebebasan kepada setiap individu untuk berusaha tanpa campur tangan dari pihak pemerintah.
K Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut faham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen
![]() |
| Karl Marx |
y yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifes politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada
perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.![]() |
| Joseph Stalin |
Paham ini kemudian dikembangkan oleh Lenin, pemimpin Uni Soviet. Dengan demikian, terkadang komunisme disebut juga ajaran Marxisme atau Leninisme. Marxisme adalah ajaran yang sangat menjiwai gerakan-gerakan sosialis-komunis dengan filsafat yang materialistis (historis materialisme) dan dialektis materialisme serta perjuangan kelas.
Death solves all problems - no man, no problem -Joseph Stalin, tampil sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet. Ketika Lenin meninggal dunia tanggal 21 Januari 1924, Stalin tampil sebagai pemimpin Uni Soviet yang baru. Ia memperlakukan saingannya secara kejam dan tidak manusiawi, terutama pada masapembersihan besar-besaran di Uni Soviet yang memakan banyak korban jiwa.
5. PAN ISLAMISME
Penyeru awal gerakan pan-Islamisme adalah Sultan Abdul Hamid II yang menguasai Kesultanan Usmani pada 1876 hingga 1909. Ia berusaha mempersatukan Islam di bawah panji Usmani, namun setelah Usmani runtuh, pan-Islamisme pun redup.
Pan Islamisme didengungkan kembali setelah kaum muslim terpecah-belah pada akhir abad ke-19 dan ketika itu sebagian besar negeri muslim berada dalam cengkeraman kolonialisme-imperialisme. Menurut salah seorang penganjurnya, Jamaluddin al-Afgani (1838-1897), keadaan kaum muslim yang tercerai-berai itu merupakan salah satu kelemahan kaum muslim.Berkat peran Jamaluddin al-Afgani dalam kehidupan politik dan keagamaan di banyak wilayah Islam (Turki, Mesir, India, Iran, dan Asia Tengah), pan-Islamisme benar-benar menemukan personifikasi (model atau perumpamaan) dan juru bicara yang kuat. Afgani menyadari bahwa umat muslim secara keseluruhan tengah terancam oleh kolonialisme. Maka dari itu persatuan yang kuat harus digalakkan di kalangan umat. Gagasan pan-Islamisme juga muncul di Mesir melalui organisasi Ikhwanul Muslimin yang dibentuk oleh Hasan al Banna (1906-1949). Gagasan ini lewat Ikhwanul Muslim meluas hingga ke Suriah, Yordania, Palestina, dan negara-negara Timur-Tengah lainnya. Di Mesir sendiri, gagasan ini ditentang keras ketika Presiden Gamal Abdel Nasser mengembangkan pan-Arabisme dan kemudian sosialisme Arab.
Sunday, 10 May 2015
SOCIALISM IN HISTORY
Secara luas, sosialisme merupakan paham yang menentang
kemutlakan hak milik pribadi. Hak milik pribadi—terutama yang terkait dengan
hal-ikwal produksi—diubah jadi hak komunal (masyarakat).
Dalam memperbincangkan sosialisme—terutama pada era
pasca-Karl Marx—kita sulit menghindari obrolan tentang ajaran Karl Marx yang
lazim disebut marxisme. Selain keterkaitannya demikian erat, marxisme menjadi
mata air utama bagi sosialisme itu sendiri. Tokoh-tokoh sosialisme seperti
Lenin, Stalin, dan Mao Tse Tung pun menjadikan marxisme sebagai acuan gerakan
mereka.
Seperti uraian sebelumnya yang menyebutkan bahwa sosialisme
lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme, maka sesungguhnya gagasan sosialisme
ini telah ada sebelum era Karl Marx. Satu dari sekian tokoh sosialisme pra-Marx
adalah seorang pelaku sejarah Revolusi Prancis yang bernama Noel Babeuf
(1760-1767). Anggota Jacobin (fraksi radikal dalam Revolusi Prancis) ini
menyerukan, agar kaum miskin bersatu memerangi kaum kaya. Babeuf mengemas
sosialisme-nya dalam gagasan pendirian “Republik Rakyat Setara”, yakni republik
yang meniadakan kelas-kelas di dalam masyarakat. Pada 1797, Babeuf menjalani
hukum penggal kepala karena dituduh telah merencanakan gerakan radikal
sosialis.
Hal yang menarik dari sosialisme ini adalah yang digagas oleh Robert Owen (1771-1858). Menjadi menarik
karena sosialisme ini digagas oleh Owen yang notabene adalah pemodal. Pengusaha
asal Lanark, Inggris, yang mempekerjakan sekitar 2.500 buruh ini jadi populer
setelah menulis bukunya yang berjudul A New View of Society, an Essay on the Formation
of Human (Pandangan Baru terhadap Masyarakat, sebuah Esai tentang Format
Karakter Manusia). Owen berpendapat, karakter manusia sangat dipengaruhi oleh
lingkungan sosialnya. Pendapat ini tak hanya tertuang sebagai wacana dalam
bukunya, tetapi juga dia praktekkan dalam kenyataan. Selaras dengan
pendapatnya, Owen menutup kedai-kedai minuman yang berada di sekitar pabriknya,
lantas menggantinya dengan membangun perumahan serta tempat rekreasi bagi
pekerja-pekerjanya.
setelah Robert Owen, Tokoh sosialisme pra-Marx yang tak kalah menariknya adalah
Saint Simon (1760-1825). Agak mirip dengan Owen, sisi menarik Simon terletak
pada latarbelakang dirinya. Jika Owen berasal dari kalangan pemodal, maka Simon
berasal dari kalangan bangsawan Prancis. Bangsawan yang pernah jadi anggota
Pasukan Sukarela Prancis untuk perang kemerdekaan Amerika itu berpendapat,
Golongan III (pekerja) berkewajiban melanjutkan pengembangan masyarakat,
terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan industri, maka karena itu Golongan
III merupakan golongan yang penting dalam masyarakat.
Gagasan sosialisme pra-Marx lainnya dituangkan seorang
filsuf yang bernama Pierre Joseph Proudon (1809-1865). Dalam karya filosofisnya
yang berjudul “Philosophi de la Misere” (Filsafat Kesengsaraan), Proudon
menjelaskan, kesengsaraan tidak hanya disebabkan oleh alat-alat produksi, namun
juga oleh uang dan sistem rente (hutang yang berbunga). Proudon tak hanya berkutat di dunia pemikiran saja. Sejak
menulis “Philosophi de la Misere”, filsuf yang juga mendapatkan julukan Bapak
Anarkisme Modern itu juga gigih mewujudkan konsepsi sosialisme-liberalnya
secara praksis.
Tokoh sosialisme lainnya
adalah Charles Fourier (1772-1837). Pemikir asal Prancis itu dalam bukunya yang
berjudul “Theorie des Quatre Mouvements et Destines Generales” mengemukakan,
penghuni suatu pemukiman yang berkisar antara 1600-1800 orang merupakan suatu
kesatuan.
Karl Heinrich Marx (1818-1883) lahir di kota Trier, Jerman.
Tokoh penting sosialisme yang juga bapak komunisme internasional ini, tak hanya
seorang teoritikus tetapi juga organisator gerakan sosialisme Jerman. Karena pandangan dan aktivitasnya, peraih gelar doktor
filsafat Universitas Jena, Jerman, dan redaktur Rheinische Zeitung itu diusir
dari Jerman. Marx pun pindah ke Paris. Di ibukota Prancis inilah Marx bertemu
dengan Friederich Engels (1820-1899) yang ternyata memiliki pandangan politik
yang sama. Di paris ini pula Marx mengalami pengusiran lagi. Marx
pindah ke Brussel. Di kota inilah, pada 1847 dia pertama kali menerbitkan karya
pentingnya yang berjudul “The Proverty of Philosophy” (Kemiskinan Filsafat). Tahun
berikutnya, bersama Engels, dia menerbitkan “Communist Manifesto”, sebuah buku
yang akhirnya menjadi bacaan dunia. Pada tahun itu juga Marx kembali ke Jeman,
untuk kemudian selang beberapa bulan berikutnya diusir lagi. Marx beruntung memiliki sahabat seperti Engels. Bukan cuma
membantu penelitian dan penerbitan buku-buku yang ditulisnya, Engels juga
membantu biaya hidup Marx dan keluarganya. Bersama Engels ini pula, Marx
menghasilkan karya terpentingnya, Das Kapital.
Marx sangat dipengaruhi pikiran-pikiran George Wilhelm
Friedrich Hegel (1770-1831), seorang filsuf kelahiran Jerman yang berpendapat
bahwa sejarah adalah perenungan yang panjang. Siapapun yang mempelajari sejarah
dengan mendalam, menurut Hegel, pasti akan menjumpai “aturan-aturan tertentu”
yang berlaku dalam sejarah. Yang dimaksud dengan “aturan-aturan tertentu”
tersebut adalah pergulatan pemikiran dari satu era dengan era lainnya.
Karena dalam telaah sejarahnya, Marx menyatakan bahwa
pertentangan antar-kelas hanya dapat diselesaikan dengan jalan kekerasan atau
gerakan radikal, maka Marx dan Engels pun menyerukan agar kaum proletar
bersatu, untuk kemudian merebut kekuasaan yang didominasi oleh kapitalis. Seruan Marx dan Engels yang berbunyi, “Kaum Buruh Sedunia
Bersatulah” pada masa itu menjadi semboyan yang terkenal tidak hanya bagi kaum
buruh tetapi juga bagi para penganut sosialisme.
Demi terwujudnya revolusi yang dicita-citakan, serta demi
memperkuat pentingnya melawan kapitalisme, Marx pun menuding kapitalisme-lah
sebagai penyebab terjadinya keterasingan pekerja atas dirinya. Keyakinan Marx dan Engels atas dekatnya saat-saat kehancuran
kapitalisme, serta datangnya waktu yang tepat untuk melakukan revolusi tersebut
bisa kita endus dari ungkapan mereka dalam kata pembuka buku Communist
Manifesto (1848). “Hantu tengah membayangi Eropa; hantu komunisme”, begitulah
bunyi ungkapan Marx dan Engels.
Pada akhirnya, ketika
masyarakat dengan tatanan baru tersebut tercipta, dan tatanan baru tersebut
telah bisa dijalankan dengan baik oleh masyarakat itu, maka perlahan-lahan
keberadaan negara ditiadakan. Negara yang telah lenyap itu berganti dengan
lahirnya “masyarakat komunis”, atau yang populer di kalangan sosialis sebagai
“masyarakat tanpa kelas”.
Pada saat kini, sekitar seabad sesudah kematian Marx, jumlah
manusia yang sedikitnya terpengaruh oleh Marxisme sudah mendekati angka 1,3
milyar banyaknya. Jumlah penganut ini lebih besar dari jumlah penganut ideologi
mana pun sepanjang sejarah manusia. Bukan sekedar jumlahnya yang mutlak,
melainkan juga sebagai kelompok dari keseluruhan penduduk dunia. Ini
mengakibatkan kaum Komunis, dan juga sebagian yang bukan Komunis, percaya bahwa
di masa depan tidak bisa tidak Marxisme akan merebut kemenangan di seluruh
dunia. Namun, adalah sukar untuk memantapkan kebenarannya dengan keyakinan yang
tak bergoyah.
NATIONALISM IN HISTORY
Nationalism involves national identity, by contrast with the
related construct of patriotism, which involves the social conditioning and
personal behaviors that support a state's decisions and actions.
Nationalism (inggris) atau di Indonesia disebut dengan Nasionalisme merupakan satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik” (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu “identitas budaya” debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah sumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
The term nationalism was first used by Johann Gottfried
Herder the prophet of this new creed. Herder gave Germans new pride in their
origins, and proclaimed a national message within the sphere of language, which
he believed determines national thought and culture.He attached exceptional
importance to the concept of nationality and of patriotism – "he that has
lost his patriotic spirit has lost himself and the whole worlds about
himself", whilst teaching that "in a certain sense every human
perfection is national".
Nasionalisme dapat
menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan Negara)
yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan dan
ideology.
Nasionalisme Etnis adalah sejenis nasionalisme dimana negara
memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.
Dibangun oleh Johan Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk
(bahasa Jerman untuk “rakyat”) menepati idealisme romantik kisah tradisi yang telah direka
untuk konsep nasionalisme romantik. Misalnya “Grimm Bersaudara” yang dinukilkan
oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman.
Kaca mata etnonasionalisme ini berangkat dari asumsi bahwa
fenomena nasionalisme telah eksis sejak manusia mengenal konsep kekerabatan
biologis. Dalam sudut pandang ini, nasionalisme dilihat sebagai konsep yang
alamiah berakar pada setiap kelompok masyarakat masa lampau yang disebut
sebagai ethnie (Anthony Smith, 1986), suatu kelompok sosial yang diikat oleh
atribut kultural meliputi memori kolektif, nilai, mitos, dan simbolisme.
Kalaupun nasionalisme bertransformasi menjadi sebuah gerakan
politik, hal tersebut bersifat superfisial karena gerakan-gerakan politik
nasionalis pada akhirnya dilandasi oleh motivasi budaya, khususnya ketika
terjadi krisis identitas kebudayaan. Pada sudut pandang ini, gerakan politik
nasionalisme adalah sarana mendapatkan kembali harga diri etnik sebagai modal
dasar dalam membangun sebuah negara berdasarkan kesamaan budaya (John
Hutchinson, 1987).
Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil)
adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari
penyertaan aktif rakyatnya, “kehendak rakyat”, “perwakilan politik”. Teori ini
mula-mula dibangun oleh Jean-jacques rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan.
Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudul Du Contact Sociale (atau
dalam Bahasa Indonesia “mengenai kontrak sosial”).
Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana
negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya “sifat
keturunan” seperti warna kulit, ras, dan sebagainya.
Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme
kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan
nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak
universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan
berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah
’national state’ adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk
kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa adalah Nazisme, serta
nasionalime Turki kontemporer, dan dalam bentuk yang lebih kecil, Fransquisme
sayap kanan di Spanyol, serta sikap ’ Jacobin ’ terhadap unitaris dan golongan
pemusat negeri Prancis, seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia, yang
secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraann ( equal rights ) dan
lebih otonomi untuk golongan Fleming, dan nasionalis Basque atau Korsika.
Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara
memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama.
Tak ada satu pun ruang
sosial di muka bumi yang lepas dari pengaruh ideologi ini. Tanpa nasionalisme,
lajur sejarah manusia akan berbeda sama sekali. Berakhirnya perang dingin dan
semakin merebaknya gagasan dan budaya globalisme (internasionalisme) pada
dekade 1990-an hingga sekarang.
Sedari yang saya pahami mengenai hal ini, bahwa nasionalisme adalah penemuan bangsa Eropa yang diciptakan
untuk mengantisipasi keterasingan yang merajalela dalam masyarakat modern (Elie
Kedourie, 1960).
Nasionalisme memiliki kapasitas memobilisasi massa melalui
janji-janji kemajuan yang merupakan teleologi modernitas. Nasionalisme dibentuk
oleh kematerian industrialisme yang membawa perubahan sosial dan budaya dalam
masyarakat. Nasionalismelah yang melahirkan bangsa.
sekian, semoga bermanfaat.
Subscribe to:
Posts (Atom)












