Popular Posts

Tuesday, 21 April 2015

i'm sleepwalking



My secrets are burning a hole through my heart
And my bones catch a fever
When it cuts you up this deep
It's hard to find a way to breathe

Your eyes are swallowing me
Mirrors start to whisper
Shadows start to sing
My skin's smothering me
Help me find a way to breathe

Time stood still
The way it did before
It's like I'm sleepwalking
Fell into another hole again
It's like I'm sleepwalking

I'm at the edge of the world
Where do I go from here?
Do I disappear?
Edge of the world
Should I sink or swim?
Or simply disappear?


Time stood still
The way it did before
It's like I'm sleepwalking
Fell into another hole again
It's like I'm sleepwalking

Wake up!
Take my hand and
Give me a reason to start again
Wake up!
Pull me out and
Give me a reason to start again




Time stood still
The way it did before
It's like I'm sleepwalking.

by my side, please.

Hai Mutia Azzahra
Salam kangen,
Gua  belajar banyak dari hidup,
Gua  yakin lu belajar lebih banyak lagi.

Gua belajar tentang hari-hari
Dan gua belajar untuk menerima apa yang hari esok akan beri karena gua tau gua akan lupa hari kemarin.
Gua belajar untuk menerima semuanya,
Semua yang udah Tuhan tulis di buku takdir gua.

Gua belajar tentang roda kehidupan, gua gak akan pernah tau kapan gua mulai dan kapan gua akan berhenti.
Kadang gua ada di bawah, disakitin, dikhianatin, dibenci, dilupain.
Kadang gua ada di atas, dibahagiain, ditolong, disayang, dicintain.

Gua juga belajar tentang manusia, ada puluhan juta manusia di dunia,
mereka akan datang dan pergi dalam hidup gua,
begitu juga gua dalam hidup mereka.
Begitu juga gua dalam hidup lu, dan lu dalam hidup gua.

Gua belajar...
Pada saat gua diatas, dibahagiain, ditolong, disayang, dicintain, gua gak boleh lupa kalau manusia yang ngelakuin itu ke gua adalah yang pernah datang dan yang akan pergi.

Gua belajar...
Pada saat gua dibawah, disakitin, dikhianatin, dibenci, dilupain, gua harus inget kalau manusia yang ngelakuin itu ke gua adalah yang pernah datang dan yang akan pergi.

Gua belajar tentang rollercoaster, saat gua ada di puncak, gua ngerasa dunia milik gua, tapi kalau ada puncak pasti ada dasar, dan saat gua di dasar gua harus belajar bahwa gua akan sampai puncak.

Gua belajar untuk gak percaya saat ada orang yang bilang “i will always be by your side trough the push and the pull”.

Bullshit.

Orang itu bahkan gatau kapan dia akan mati, kapan gua akan mati, orang itu gatau apapun.
Yang akan ada di samping gua through the push and the pull itu Cuma ada satu.
Itu yang menciptakan gua, yang memberi gua hidup dan yang akan membawa gua pergi, yang akan ada selamanya itu Tuhan.

Gua banyak kedatangan orang baru dalam hidup gua.

Gua banyak kehilangan orang yang lama di hidup gua.

Gua sayang orang tua gua, dan gua gak akan pernah tau kapan mereka akan menghilang, kapan mereka akan terbang jauh dari hidup gua, bahkan kelihatannya, gua yang akan terbang lebih dulu.

Rasanya pasti sakit ngelihat mereka terbang gitu aja dan gak akan balik lagi mengingat mereka udah ada di samping gua dari awal gua ada di dunia, gua takut ngebayangin mereka tiba-tiba ga ada lagi di hidup gua.
Dan gua mau percaya, kalau mereka lebih sayang sama gua.
Gua mau percaya kalau saat ini gua masih ada di dunia, itu pasti karena mereka sayang.

Masalah gua pergi lebih dulu, itu bukan salah mereka, bukan salah gua juga, itu mungkin  the fault in our star. In our destiny.

Gua belajar untuk terus berjalan Mutia, mungkin saat ini dunia terasa sesak.
Gua bahkan pernah ngerasa mau mati.
Tapi pohon-pohon di luar sana masih berjuang membuatkan gua oksigen, kenapa gua harus berhenti menghirup?
Gua belajar tentang mencintai, memberikan semua yang gua bisa. Meskipun pada akhirnya gua akan sakit, atau dia yang akan sakit, oh mungkin itu Cuma permainan takdir. Cuma permainan takdir. Cuma permainan takdir.
Pernah benci kata takdir?

Gua pernah.

Gua pernah gak puas sama buku takdir gua.
Ah  bodoh, bahkan untuk merasa gak puas dengan takdir gua adalah bagian dari takdir gua.
Pernah benci diri lu sendiri?

Gua pernah.
Gua pernah benci kenapa gua gak bisa ngerasa seperti orang lain, bahagia, santai, nonton konser? Nikmatin hidup? Trip ke luar negeri? Itu lebih dari apa yang pernah gua harapkan.
Orang yang ngalamin itu semua pasti bersyukur sama takdir mereka.

Gua percaya, suatu saat takdir gua akan baik, suatu saat, suatu saat.
Pernah benci keluarga lu?
Gua pernah.

Gua ngerasa gak dipeduliin, mereka berantem, gua berantem, mereka pergi, gua pergi, mereka marah, gua berontak, mereka nampar, gua maki, mereka jambak, gua pergi. Pada akhirnya Cuma mereka tempat gua kembali. Cuma keluarga. Cuma keluarga.

Gua juga belajar untuk mengingat semua kata, semua kalimat, semua gambar, semua perasaan, semua moment, karena Cuma ingatan yang akan ada dalam diri gua sampai gua mati.
Lu gabisa janji akan ada disamping gua selamanya. Tapi lu bisa janji akan ingat gua selamanya.
Gua gabisa janji akan ada disamping lu selamanya. Tapi gua bisa janji akan ingat lu selamanya.
Gua janji. Lu mau janji?

Gua mau belajar untuk menghafal ayat al-qur’an. Kata guru gua, kalau gua hafal, gua bisa ngasih singgasana buat orang tua gua di surga nanti, gua akan berusaha jalanin. Selamat berjuang Mutia!
Gua mau belajar untuk menjaga aurat gua. Kata guru gua, satu helai rambut gua yang dilihat sama non muhrim gua, gua bisa ngasih satu ular berbisa buat orang tua gua di neraka nanti, gua akan berusah dengan semua halangannya. Selamat berjuang Mutia!

Gua mau belajar untuk menjaga izzah gua seperti layaknya gua perempuan, kata kakak absen gua, jaga izzah untuk perempuan itu kewenangan perempuan yang hakiki, hak asasi perempuan yang hakiki. Gua akan belajar gimanapun caranya. Selamat berjuang Mutia.

Gua mau belajar menjadi berlian yang selalu sabar, di bakar suhu yang panas dan keluar menjadi berlian yang kuat.
Gua mau belajar konsisten. menjadi ikan di lautan, yang gak ikut asin.

Suatu saat gua Cuma harus mengingatkan diri gua kalau semuanya akan baik-baik aja. Mungkin gak sekarang. Mungkin bukan besok. Tapi suatu hari nanti.
 Say it enough that one day i’ll actually believe it. 
Harus inget kalau semuanya emang udah berubah. Semua berubah untuk suatu alasan. Manusia berubah karena mereka punya alasan, karena takdir punya alasan. Gua Cuma harus menerima dan move on. Itu emang susah, dan gua akan ngerasa kesepian, tapi gua harus tetap jalan. Karena siapa yang bilang besok gak akan jadi hari yang menyenangkan. Besok mungkin akan jadi hari yang menyenangkan Mutia!
Gua gak akan ngitungin setiap detik yang gua lewatin, yang gua rasain, gua mau... menerima.
Karena yang sesungguhnya gua bisa lakuin ya Cuma...menerima.
Waktu itu jahat  ya? Kalau gua gak mulai dari sekarang untuk nerima dan belajar semuanya, kapan lagi?
Detik,menit,jam,hari,minggu,bulan,tahun, mereka Cuma akan lewat, gak peduli tentang apapun, gak peduli gua yang ditinggalin, gak peduli lu yang ditinggalin, gak peduli, mereka gak peduli, yang peduli itu Cuma satu, yang menciptakan mereka, Tuhan.
Selamat bersyukur!
Selamat berjuang!
“Yang akan tau gua nangis kenapa itu Cuma gua, dan yang menciptakan gua. Jangan biarin orang yang datang dan pergi tahu, mereka gak akan tahu apa-apa, mereka akan peduli...sesaat.” kakak absen.
Selamat berusaha!
Selamat bedo’a!
Hai Mutia Azzahra,
Gua belajar banyak dari hidup.
Gua yakin lu belajar lebih banyak lagi.

lebih dewasa ,Mut.
oh ayoo bantuin gua kabur dari sini....








Kangaro Bilingual Class

Tiga tahun bukan lah waktu yang lama, tapi rasanya seperti mengarungi samudera yang luas untuk menelusuri  semua  pengalaman dan ilmu yang beliau berikan di sepanjang waktu itu.

Tiga tahun lalu,
 Saya sedang menghafal beberapa ayat al-qur’an saat pelajaran Alqur’an Hadis siang itu, hingga wali kelas saya memanggil saya - Saat itu saya masih canggung dengan sosoknya yang terkadang sok sibuk - , 
pertemuan itu singkat, tapi saya menangis cukup lama. Beliau berkata orang tua saya memutuskan untuk mengundurkan saya dari kelas bilingual yang baru digagas di sekolah saya waktu itu, MtsN 3 jakarta.
 Tubuh yang berada didepan mata saya waktu itu terlihat tegar, mukanya seolah memberi motivasi dan semangat perjuangan untuk air mata saya yang mengalir saat itu di balkon kelas kami yang tak terlupakan.  Saya meraih telfon genggamnya dan langsung berisak kepada ayah saya di seberang telfon, entah kata yang mana yang berhasil membuat ayah saya mengatakan “ Ya kamu tetap di KBC.” waktu itu. Saya berjanji ayah saya tidak akan menyesal.
Hal yang pertama beliau lakukan saat pertemuan kami adalah hal yang menakjubkan. Sempat terfikir mungkin akan ada sejenis tes TOEFL atau semacanya, tapi yang terjadi benar-benar diluar perkiraan saya. Seuasai memberi motivasi dan pengarahan, beliau menyuruh kami semua untuk berdiri dan berjanji, ya! Berjanji untuk tidak berpacaran hingga kami sukses.
Kangaro Bilingual Class terdiri hanya dari 24 murid.  Kelas kami terletak di ujung koridor lantai dua.  Ruangan itu dilengkapi dengan teras depan dimana  terdapat meja beliau di pojoknya, manager kami. Beliau selalu mengingatkan kami untuk menjaga kebersihan kelas kami. Kami juga  memiliki sebuah jurnal harian yang harus kami isi, jurnal itu berkaitan dengan praying schedule, reciting holy qur’an, saving money, study, back home, and everything. Jurnal itu kami sebut manual, bukti kepeduliannya yang melebihi apapun, ya!  seperti induk ayam yang rela mengerami telur induk lain, entahlah, bahkan lebih dari itu. Beliau selalu mengisi hari-hari kami dengan segala macam cerita, pengalaman, motivasi seolah tak lelah membimbing kami untuk menjadi generasi yang cendekia. Peluh keringatnya tak pernah  beliau hiraukan demi kami, segalanya beliau berikan tanpa ada yang tersisa. Kami begitu dekat satu sama lain, manager kami seperti sahabat kami. Bahkan mungkin  waktu yang kami luangkan justru lebih banyak bersama beliau dibanding orang tua kandung kami sendiri . Selama berada di Kangaro Bilingual Class, Segala program kami ikuti dengan gembira, manager kami memberikan segala yang kami butuhkan untuk masa depan kami, mulai dari tahfizul qur’an oleh Ust. Ferdi, arabic program oleh Ust. Andi, sedangkan  english program, diskusi seputar politik internal dan eksternal, hafalan idioms  dan lainnya kami lakukan bersama manager  kami sendiri.  Saya masih sangat merekam semua hal yang terjadi di ruangan kelas itu, semua program, semua pertemuan yang tidak bisa saya sebutkan semua di sini, mulai dari stay night program, fieldtrip, nyate bareng, buka puasa bersama, dan banyak hal lainnya. Sebuah persahabatan, dan rasa kekeluargaan kami yang begitu dalam. Saya sangat merindukan bagaimana hari – hari menimba ilmu di kelas itu terjadi dengan tanpa beban dan penuh rasa kasih sayang. Saya sangat merindukan semua cerita pengalaman yang dikeluarkan dari manager hebat saya di kelas itu, saya merindukan semuanya.

Semua tentang Kangaro Bilingual Class tidak akan bubar hanya karena peraturan RSBI dihapuskan, Program kelas itu ada di dalam hati kami, dan seluruh  kerja keras manager kami dan rekan-rekannya  tak akan pernah kami lupakan. Mungkin saat ini manager kami telah jauh dari kami, tapi semangat motivasinya masih melekat di dalam diri kami, tak akan lekang oleh waktu. Kami percaya, Manager kami akan terus berjuang  sekalipun menerjang badai untuk mewujudkan cita-cita luhurnya untuk membentuk generasi cendekia di tempat berbeda, di tempat dimana kreatifitasnya akan terus dikembangkan dan dilaksanakan.
 Doa kami tak akan pernah berhenti.  Tetap semangat karena kami adalah bukti perjuangan kokohmu yang sangat bangga terhadap mu, Innallahama’ana.
Saya tidak akan pernah bisa berada di sini tanpa beliau.
Terimakasih yang tak terhingga untuk Manager, Sahabat, Ayah kami tercinta, Our Inspirational, Mr. Yadhien Hassan Kbc .
Jum’at, 30 Oktober 2014
Perpustakaan MAN. Insan Cendekia Serpong

 really wanna be there, now.
oh should i go?




kongsi dagang belanda ialah VOC :
Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1960 adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. yang memiliki hak istimewa sebagai berikut :
  • Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
  • Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
  1. memelihara angkatan perang,
  2. memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian,
  3. merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Negeri Belanda,
  4. memerintah daerah-daerah tersebut,
  5. menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan
  6. memungut pajak                                                                                                                                    Pada pertengahan abad ke-18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Alasannya adalah sebagai berikut:
    • Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
    • Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Hasanuddin dari Gowa
    • Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak
    • Pembayaran Devident (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan
    • Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis
    • Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan bebas.
    Berdasarkan alasan di atas VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia.

Monday, 20 April 2015

Hey kid, do I have your attention?
I know the way you've been livin'
Life so reckless,
Tragedy endless
Welcome to the family

Hey, there's somethin' missin'

Only time will alter your vision
Never in question,
Lethal injection
Welcome to the family

Not long ago you'd find the answers were so crystal clear
Within a day you find yourself livin' in constant fear
Can you look at yourself now?
Can you look at yourself?!
You can't win this fight

And in a way it seems there's no one to call
When our thoughts are so numb and our feelings unsure
We all have emptiness inside
We all have answers to find
But you can't win this fight

Hey , I have to question,
What's with the violent aggression?
Details blurry,
Lost 'em too early
Welcome to the family

Hey, why won't you listen?
Can't help the people you're missin'
It's been done,
A casualty rerun
Welcome to the family

I'll try and help you with the things that can't be justified
I need to warn you that there is no way to rationalize
So have you figured it out now?
So have you figured it out?!
You can't win this fight

And in a way it seems there's no one to call
When our thoughts are so numb and our feelings unsure
We all have emptiness inside
We all have answers to find
But you can't win this fight

Gunning for you
And all mankind
I've lost my mind
Psychotic, rapid dementia
I won't be fine

I see, you're a king who's been dethroned 
Cast out in a world you've never known 
Stand down, place your weapons by your side 
It's our war, in the end we'll surely lose but that's alright 

So have you figured it out now?
So have you figured it out?!

And in a way it seems there's no one to call
When our thoughts are so numb and our feelings unsure
We all have emptiness inside
We all have answers to find
But you can't win this fight


Deep inside
Where nothing's fine
I lost my mind
You're not invited
So step aside
I lost my 
The Rebel
When I 
die 
I'm sure 
I will have a 
Big Funeral ...
Curiosity
seekers ...
coming to see
if I
am really
Dead ...
or just
trying to make
Trouble ...

I am a Rebel
thanks for labelling me
now i,ve become what you once labelled at me
judge what you think, Mom
here, that's what teachers do.
I am a Rebel.
Hai, kali ini saya akan menceritakan tentang kedatangan bangsa asing ke indonesia dan kongsi dagang yang didirikan mereka, kita mulai dari Belanda yang masuk ke indonesia dan mendirikan kongsi dagang.
Kongsi dagang Belanda ini diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) atau dapat disebut dengan “Perserikatan Maskapai Perdagangan Hindia Timur/Kongsi Dagang India Timur”. VOC secara resmi didirikan di Amsterdam.
Adapun tujuan dibentuknya VOC ini antara lain untuk:
(1) menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama kelompok/kongsi pedagang Belanda yang telah ada
(2) memperkuat kedudukan Belanda dalam menghadapi persaingan dengan para pedagang negara lain.
Dalam menjalankan tugas, VOC ini memiliki beberapa kewenangan dan hak-hak antara lain:
1 hak monopoli perdagangan,
2. hak mencetak uang sendiri,
3. hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja di Nusantara,
4. hak memiliki tentara ayau angatan perang sendiri,
5. hak untuk mengumumkan perang,
6. hak membentuk pemerintahan sendiri,
7. hak sebagai wakil kerajaan Belanda di Indonesia,
8. hak untuk menarik pajak, dan
9. hak menjalankan kekuasaan kehakiman.
Sebagai sebuah kongsi dagang, dengan kewenangan dan hak-hak di atas, menunjukkan bahwa VOC memiliki hak-hak istimewa dan kewenangan yang sangat luas. VOC sebagai kongsi dagang bagaikan negara dalam negara.Dengan memiliki hak untuk membentuk angkatan perang sendiri dan boleh melakukan peperangan, maka VOC cenderung ekspansif. VOC terus berusaha memperluas daerah-daerah di Nusantara sebagai wilayah kekuasaan dan monopolinya. VOC juga memandang bangsa-bangsa Eropa yang lain sebagai musuhnya.
Kesrerakahan VOC secara singkat :
  • Membangun pusat perdagangan
  • Menguasai pelabuhan-pelabuhan dan mendirikan benteng untuk melaksanakan monopoli perdagangan.
  • Melaksanakan politik devide et impera ( memecah dan menguasai ) dalam rangka untuk menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.
  • Untuk memperkuat kedudukannya dirasa perlu mengangkat seorang pegawai yang disebut Gubernur Jendral.
  • Melaksnakan sepenuhnya Hak Octroi yang ditawarkan pemerintah Belanda.
  • Membangun pangkalan / markas VOC yang semula di Banten dan Ambon, dipindah dipusatkan di Jayakarta ( Batavia).
  • Melaksanakan pelayaran Hongi ( Hongi tochten ).
  • Adanya Hak Ekstirpasi, yaitu hak untuk membinasakan tanaman rempah-rempah yang melebihi ketentuan.
  • Adanya verplichte leverantien ( penyerahan wajib ) dan Prianger Stelsel ( system Priangan )
  • Melakukan pembunuhan terhadap rakyat pribumi, orang-orang Tionghoa, maupun orang asing
  • Melakukan kondolisasi

  • Selanjutnya ekspedisi lainnya dikirim pada akhir abad ke-16 melalui kongsi dagang yang diberi nama East Indies Company (EIC). EIC mengemban misi untuk hubungan dagang dengan Indonesia. Pada tahun 1602, armada Inggris sampai di Banten dan berhasil mendirikan Loji disana. Pada tahun 1904, Inggris mengadakan perdagangan dengan Ambon dan Banda, tahun 1909 mendirikan pos di Sukadana Kalimantan, tahun 1613 berdagang dengan Makassar (kerajaan Gowa), dan pada tahun 1614 mendirikan loji di Batavia (jakarta).
  • Kolonialisme Inggris di Hindia Belanda dimulai tahun 1604. menurut catatan sejarah, sejak pertama kali tiba di Indonesia tahun 1604, EIC mendirikan kantor-kantor dagangnya. Di antaranya di Ambon, Aceh, Jayakarta, Banjar, Japara, dan Makassar. Walaupun demikian, armada Inggris tidak mampu menyaingi armada dagang barat lainnya di Indonesia dagang Barat lainnya di Indonesia, seperti Belanda. Mereka akhirnya memusatkan aktivitas perdagangannya di India. Mereka berhasil membangun kota-kota perdagangan seperti Madras, Kalkuta, dan Bombay.